Tellasan Topak Tanpa OTW

0
217
views

Lebaran di Indonesia identik dengan ketupat, opor ayam, sambal goreng ati. Namun dibeberapa daerah punya keunikan masing-masing. Di Madura, lebaran idul fitri susah menemukan ketupat.

Ketupat punya lebarannya sendiri, H+7 dari idul fitri baru ada lebaran lagi, lebaran ketupat atau tellasan topak dalam bahasa lokal. Pada lebaran ini semua makanan berbahan ketupat tersedia di rumah-rumah warga sesuai dengan ciri khas daerah masing-masing. Topak Ladeh, misalnya untuk daerah Bangkalan, atau Topak Campor untuk daerah Sumenep dan sebagainya.

Kebiasaan lainnya saat tellasan topak di Madura adalah jalan-jalan atau rekreasi ke tempat wisata sekitar. Biasanya ke pantai. Di daerah pesisir selatan Bangkalan seperti Kwanyar dan sekitarnya, warga akan menyewa perahu nelayan untuk menyeberang ke Kenjeran Surabaya, sesampainya di Kenjeran mereka bisa makan-makan bekal ketupat dan leppet yang dibawa dari rumah. Setelah puas rekreasi kemudian kembali pulang dengan perahu sewaannya.

Begitupun dengan pantai-pantai lain di empat kabupaten akan dipenuhi wisatawan lokal dadakan, yang didominasi anak muda. Bisa bersama tunangan, pacar, gebetan atau sekedar teman-teman bermain biasanya. Pantai Camplong, Sampang misalnya, setiap tellasan topak mereka panen wisatawan.

Di daerah pelosok timur Sumenep juga ada kebiasaan pemudanya sewa soud sistem yang dibawa dengan pickup atau truck, lalu mereka memutar lagu khas diskotik sambil joget-joget bergantian, saling pamer siapa yang paling lihai berjoget ala diskotik. Mungkun dari sini kemunculan jamet-jamet dengan rambut panjang, kaos oversize dan celana sobek-sobek berjoget dengan lagu dingding pakdingding.

Itulah kebiasaan-kebiasan yang dilakukan oleh masyarakat Madura pada tellasan topak. Namun tahun ini berbeda, gegara corona tempat-tempat wisata ditutup. Sepi. Kalaupun ada yang memaksa datang ke tempat wisata diusir dan disuruh mutar balik oleh polisi untuk menghindari kerumunan orang yang berpotensi memperluas sebaran virus corona.

Berbeda dengan tahun-tahun biasanya, setiap tellasan topak setelah berdoa bersama di rumah akan langsung OTW ke tempat-tempat wisata. Tahun ini banyak sekali saya lihat story sosmed teman-teman yang tidak bisa OTW di tellasan topak gegara corona. Kita memang harus sabar, tidak hanya kita yang mengalami seperti itu, semua orang pun begitu. Jangankan jalan-jalan, bahkan bekerja, resepsi pernikahan, atau kegiatan penting lain pun dibatasi. Tahun ini kita lewati Tellasan topak tanpa OTW, semoga tahun depan tidak lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here